Halaman

Welcome Guys

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

MUTIARA HATI

Written By Unknown on Jumat, 11 Januari 2013 | 21.49








Daripada berserakan dan terbuang melayang dengan percuma, mutiara-mutiara hati ini kukumpulkan dan kusimpan disini sebagai renungan saat ini dan dikemudian hari.
Semua ini dituliskan dengan spontan saja, baik saat dijalan, dikamar, saat menikmati segelas kopi atau sedan menonton televisi. Saat bangun dari tidur atau saat menjelang tidur. Adakalanya juga salam masalah, melihat matahari terbit, bahkan bisa saja saat dalam kamar mandi!Dan kutambahkan juga mutiara dari sahabat yang berkenan.
Kucoba dan berusaha untuk mengumpulkan sebanyak 365 mutiara, agar bisa dijadikan setahun yang penuh makna.
21.49 | 0 komentar | Read More

MENGHADAPI TEMAN EGOIS


Kamu pasti nggak suka kan kalau punya teman, atau sahabat yang memiliki sifat yang selalu ingin menang sendiri? Atau istilah sayanya ETT, alias egois tingkat tinggi. Kamu selalu diminta untuk bisa memenuhi keinginannya, sehingga secara perlahan akan timbul sebuah perasaan terintimidasi (halah, bahasanya bener nggak sih?!). Kemudian setelah kamu akan merasakan hal tersebut, akhirnya persahabatan kamu berujung dengan kehancuran. Kenapa? Karena kamu sudah tidak lagi merasa nyaman ketika dekat/bersamanya, sehingga (biasanya) kita akan cenderung menjaga jarak dengannya karena dia selalu ingin menang sendiri.
Tapi sebelumnya perlu disadari juga bahwa setiap orang memiliki sifat egois, saya sendiri pun mengakui bahwa saya adalah orang yang egois. Namun sifat egois itu kadarnya dari masing-masing individu berbeda-beda. Dan kalau sudah kelewatan, itu justru menjadi hal yang tidak diinginkan bagi teman, sahabat, atau siapapun yang menjalin hubungan dengan kita.
Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa mencoba cara saya tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, check this :
Sabar
>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.
Menjadi cermin baginya
>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)
Berikan kritik dan saran
>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!
Berikan skak mat!
>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.
21.43 | 0 komentar | Read More

TIPS MENGHADAPI TEMAN EGOIS

Written By Unknown on Rabu, 12 Desember 2012 | 21.13







Orang egois tidak perduli terhadap orang lain, kecuali dengan diri mereka sendiri. Mereka hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa melihat orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan hal inilah yang tanpa di sadari akan membuat hubungannya dengan orang-orang akan menjadi rusak.
Semua orang, bahkan kita pun pasti memiliki seseorang yang egois. Bahkan mungkin bisa jadi sahabat kita sendiri pun ada yang egois. Berikut cara menghadapi orang-orang egois.
1. Memiliki kesabaran
Coba bawa dia untuk keluar dari pikiran negatifnya. Tanyakan dengan baik, kenapa dia melakukan semua ini atau apa ada yang salah dengan diri anda sehingga dia seperti itu. Cara terbaik menghadapi sahabat yang egois yaitu dengan bersabar.
2. Peka
Anda juga harus mempertimbangkan bahwa mungkin sahabat anda yang egois sebenarnya mungkin memiliki masalah pribadi dan merasa bahwa mereka tidak bisa berbagi tentang apa yang terjadi dalam hidupnya. Cobalah untuk menjadi seseorang yang dapat memahaminya.
3. Batasi interaksi Anda
Ada beberapa strategi yang berhasil digunakan untuk menghadapi sahabat egois. Contohnya seperti bersikap baik dan stay cool. Mereka akan tahu bahwa sangat sulit mendapatkan perhatian anda. Namun tetap perlu interaksi pendek dan manis dengannya sampai terlihat ada perubahan dari dalam dirinya.
4. Mengatur batas-batas
Akan lebih mudah untuk memberikan bimbingan dari pada menentukan batas-batas. Ingatkan dia tentang situasi yang menyakitkan bagi anda dan tanyakan mengapa dia bertindak seperti itu. Jangan pernah menerima alasan apa pun darinya, karena alasan merupakan cara menghindari tanggung jawab. Jika hal tersebut tetap tidak menyelesaikan permasalahan, mulai terapkan batasan-batasan dengannya. Dan satu hal yang paling penting, jangan pernah menghakiminya.
5. Jauhkan diri
Jangan biarkan mereka menganiayamu dengan keegoisannya. Jika memang perlakuaannya sudah melewati batas kewajaran, segera jauhi dia. Mungkin ini adalah sifat yang bisa dibilang bijaksana. Orang egois memilih untuk menjadi negatif dan menyakiti orang lain sehingga mereka merasa lebih baik. Sangat penting untuk membuat keputusan dengan siapa anda bergaul.
21.13 | 0 komentar | Read More

Menjaga Persahabatan

Written By Unknown on Senin, 19 November 2012 | 03.01

Menjaga Persahabatan. Berteman cukup lama belum tentu menjadi seorang sahabat. Karena menjaga persahabatan itu tidak mudah alaias gampang melainkan perlu pengorbanan. Biasanya persahabatan terjadi dikarenakan persamaan prinsip atau sikap saling memiliki, menghormati satu sama lain. Terkadang sahabat disebut juga dengan istilah teman baik. Sebab sahabat selalu berupaya menjadi teman pada saat suka dan sedih.
Demi menjaga persahabatan yang sehat dan mendukung kita untuk selalu berprestasi. Tetapi tidak sedikit di antara kita yang merasa persahabatan hanya sebatas kata-kata dan dalam prakteknya justru tidak tercerminkan. Contohnya menganggap kesuksesan sahabat sebagai ancaman bagi kita karena timbul rasa iri. Sebaiknya hal-hal tersebut dihindari
Selain itu memiliki sahabat sejati akan senantiasa menenangkan hati. Berikut merupakan beberapa usaha untuk menjaga persabatan:
  • Sahabat itu teman baik, teman yang selalu mengerti tentang diri kita. Memang sulit mencari teman baik, tapi semua tergantung kita dalam menjaga persahabatan. Meski sahabat kita jauh usahakan tetap menjaga komunikasi. Tetapi hal yang sering terjadi ketika sahabat kita tidak membalas sms atau tidak menjawab telepon adalah kita mudah merasa kesal pada sahabat. Sebaiknya, yang kita lakukan adalah tetap menjaga persahabatan tanpa ada perasaan kesal. Dengan memaklumi apa adanya, misal membuat asumsi positif seperti mungkin sahabat sedang sibuk. Maka berusahalah menjadi sahabat yang selalu berpikiran positif dan mencoba saling mengerti.
  • Hal yang dapat menjaga persabahatan adalah menjadi pendengar baik dan saling menghormati satu sama lain. Hormati saran teman dan dengarkan apa yang sahabat ungkapkan, ambil sisi positifnya sebagai kritik yang membangun. Kepribadian yang berbeda antara kita dan sahabat, akan dapat menjadi pelengkap satu sama lain. Tetapi bukan berarti kita harus menceritakan segala hal kepada sahabat, seperti hal-hal yang terlalu pribadi, contohnya nomer rekening bank, pin ATM, dan lain sebagainya.
  • Jangan pernah mengkhianati kepercayaan sahabat kita. Percayalah, ketika kita mengkhianati sebuah persahabatan, maka tidak akan mendapatkan sahabat terbaik lagi. Beri dukungan ketika sahabat kita sukses dan selalu mengagumi prestasinya. Ketika ada konflik di antara persahabatan dapat diselesaikan dengan saling terbuka satu sama lain. Memaafkan memang tidak gampang, tapi memaklumi bahwa setiap orang dapat membuat suatu kesalahan dan demi kebaikan dan menjaga persahabatan agar tetap utuh.
  • Saat sahabat Anda menangis janganlah ikut menangis meski kita bersedih. Cukup beri pelukan hangat pada sahabat, sebagai sinyal bahwa dia akan baik-baik saja. Jadilah pendengar yang baik dan berupaya memberikan solusi dari berbagai sudut pandang yang dapat dijadikan pertimbangan oleh sabat dalam menyelesaikan masalahnya. Sahabat sejati bukan hanya hadir saat senang, tetapi juga selalu ada di saat sedih.
03.01 | 0 komentar | Read More

MENCARI KAWAN



Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Seribu kawan masih kurang, Satu musuh kebanyakan". Ini berarti bahwa jika kita memiliki banyak teman maka kita akan mendapatkan banyak manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga kita diharapkan berteman dengan orang banyak. Di sisi lain kita juga harus menghindari permusuhan dengan orang lain karena hanya mendatangkan kerugian bagi kita.
Orang yang egois, keras kepala, culas, munafik, pelit, sombong, dengki, dsb umumnya sangat mudah untuk membuat musuh dan dijauhi oleh ornag-orang di sekitar kita. Tetapi orang yang dermawan, suka menolong, suka membantu, gotong royong, baik hati, rendah hati, jujur, sopan, dll akan sangat mudah mencari teman dan kawan pun akan datang dengan sendirinya.
Hati-hati dan selalu waspada dengan penjahat dan manusia berotak kriminal karena mereka dapat sewaktu-waktu merugikan anda dengna melakukan berbagai tindak kriminal atau perbuatan tidak menyenangkan anda serta keluarga dan orang-orang yang anda cintai. Berkawan dengan penjahat tidak banyak keuntungannya karena mereka senang mendapat perhatian dan bantuan anda tetapi mereka enggan berbuat kebajikan kepada anda dan cenderung sewaktu-waktu bisa berubah menjadi musuh yang kejam dan tidak berperasaan / berperikemanusiaan.
Kriteria Teman Yang Baik Yang Harus Kita Dekati :
- Jujur Dapat Dipercaya
- Suka Menolong Tanpa Pamrih
- Rajin Beribadah Dengan Toleransi
- Tidak Membeda-Bedakan Orang
- Tidak Suka Kehidupan Hitam / Kriminal
- Rajin Mengikuti Kegiatan Sosial
- Menyayangi Keluarganya
- Menjauhi Narkoba, Seks Bebas, Minuman Keras
- Dll. oleh organisasi.org
Cara Untuk Berteman Dengan Banyak Orang Dengan Mudah :
1. Tidak Sok Kenal Sok Dekat / SKSD
Dalam berkenalan tidak harus dimulai dengan memperkenalkan diri, tetapi bisa melalui basa-basi yang baik dan sopan. Yang pasti kita harus merendah walaupun lawan bicara lebih muda usia dari kita. Berbicara seperlunya, tidak bertele-tele, membanggakan diri, narsis, jutek, sok tau, dsb. Bersikaplah sederhana apa adanya dan jangan membanggakan materi / kekayaan yang kita miliki.
2. Tidak Pilih-Pilih Teman
Terkadang orang yang kaya akan merasa risih jika bergaul dengan orang-orang miskin, orang yang tidak berpendidikan, orang yang memiliki tampang kriminil, dsb. Justru pertemanan orang-orang kecil terkadang sifatnya lebih kekal jujur apa adanya tanpa pamrih. Jika kita berteman dengan orang elit yang suka pamer, foya-foya, hidup gelamor, dsb mungkin akan meninggalkan kita ketika kita menjadi miskin atau pun jika kita terkena musibah mereka enggan turun langsung membantu kita karena kesibukan mereka. Jangan ragu berteman dengan tukang bakso, tukang ojek, ibu-ibu, nenek-nenek, anak kecil, penjaga warung, tukang sampah, tukang sayur, satpam, dsb karena mungkin suatu saat kita membutuhkan bantuan mereka. Ketika kita sedang kesulitan pun meraka akan dengan senagn hati menawarkan bantuan mereka secara cuma-cuma.
3. Aktif Kegiatan Sosial Dan Membantu Sesama
Jika anda orang islam maka rajin-rajinlah ikut shalat berjamaah di masjid atau mushola di sekitar anda. Jika ada kerja bhakti di lingkangan tempat tinggal ada maka sebaiknya anda ikut berperan serta ambil bagian. Selain itu juga ada acara-acara sosial lain yang sangat baik untuk anda ikuti seperti posyandu, kepengurusan rt, karang taruna, pengajian, pemberantasan sarang nyamuk psn, perlombaan peringatan 17 agustusan, arisan, dan masih banyak lagi lainnya. Jangan sungkan bantu secara langsung tetangga, teman, saudara, rekan kerja, dll yang sedang kesusahan karena mereka akan merasa senang sekali jika ada yang membantu dan mereka pun akan sangat senang jika dapat membantu kita di kemudian hari. Tolak segera jika mereka meminta bantuan yang tidak wajar seperti minta bantuan merampok bank, mencarikan jablay, corat-coret tembok orang, ngerjain guru/dosen, dsb.
4. Sopan Santun, Ramah, Rendah Hati Dan Mengalah
Dalam bersosial kita akan senang jika orang lain sopan, ramah, rendah hati, dsb. Begitupun dengan orang lain yang sudah pasti akan senang hati dapat berteman dengan orang yang memiliki sifat-sifat di atas. Sotoy, narsis, sombong, membual, kikir, munapik, dll adalah sifat-sifat yang akan menimbulkan nilai negatif di mata orang lain sehingga mereka akan enggan untuk untuk berteman akrab dengan kita serta menghasilkan antipati di mata orang-orang.
5. Jangan Membuat Musuh
Hindarilah sifat-sifat yang dapat menghadirkan musuh ke hadapan kehidupan kita seperti iri, dengki, sombong, congkak, angkuh, sok berkuasa, sok kaya, munafik, pelit, culas, egois, keras kepala, dsb. Selain itu hindari minuman keras, narkoba dan kawan-kawan agar terhindar dari dijauhi orang. Ramah, santun, rendah hati, mengalah, dll dapat menghindarkan kita dari permusuhan. Selesaikan segala masalah problema kehidupan sosial yang ada dengan tuntas secara baik-baik agar tidak berkepanjangan dan menimbulkan permusuhan.
Semoga berhasil mendapatkan teman sebanyak-banyaknya.
Sahabat sejati bisa membantu anda memecahkan persoalan hidup anda.
01.45 | 0 komentar | Read More

sahabat dalam belajar

Written By Unknown on Rabu, 07 November 2012 | 00.27


Guru: Sahabat dalam Belajar

Senin, 28 Nopember 11Guru yang dicintai oleh anak didiknya adalah yang bisa menjadi sahabat dalam belajar. Guru yang menjadi sahabat ini adalah hal baru dan penting untuk diperhatikan. Berbeda dengan zaman dahulu yang beragam informasi tidak mudah diakses dengan kecanggihan teknologi sebagaimana saat ini. Saat itu, guru seakan menjadi satu-satunya sumber ilmu. Peran seorang guru adalah memberikan ilmu kepada anak didiknya. Oleh karena itu, seorang guru akhirnya juga bisa menjadi penguasa tunggal di dalam kelas.

Sebagai penguasa tunggal di dalam kelas, seorang guru di zaman dahulu bebas melakukan apa saja, termasuk dalam memberikan hukuman kepada murid-muridnya. Apabila ada murid sedikit saja tidak menunjukkan perhatian ketika pelajaran diterangkan, maka seorang guru bisa melemparkan penghapus kepada murid yang tidak perhatian tersebut. Ada juga seorang guru yang mempunyai kebiasaan mencubit anak didiknya sampai sang anak menjerit-jerit, bahkan bekas cubitannya pun menghitam hingga beberapa hari baru hilang. Sang anak pun enggan mengadukan perlakuan sang guru tersebut ke orangtuanya. Sebab, orangtuanya pun biasanya malah menyalahkan anak yang menuduh tidak patuh sama gurunya.

Namun,pada saat iklim keterbukaan, demokrasi, dan mudahnya akses pengetahuan sebagaimana sekarang, seorang guru yang disenangi anak didik adalah yang bisa menjadi sahabat dalam belajar dan memahami kehidupan yang terus berkembang. Guru yang menempatkan diri sebagai seorang sahabat akan membuat anak didik merasa dekat dan nyaman. Kedekatan dan rasa nyaman ini sungguh penting kaitannya dengan motivasi dan semangat anak didik dalam proses pembelajarannya.

Anak didik yang merasakan hubungan dengan gurunya yang tidak kaku, dekat, dan penuh persahabatan akan merasakan bahwa belajar di sekolah itu adalah hal yang menyenangkan. Bila anak didik telah merasakan kesenangan dalam belajar tentu ia akan bersemangat ketika berada di sekolah; demikian pula ketika belajar di rumah yang biasanya dilakukan untuk membaca kembali pelajaran di sekolah atau mengerjakan PR dari gurunya di sekolah. Bila hal ini telah terjadi, maka tujuan dari proses balajar mengajar akan lebih mudah tercapai.

Sebaliknya, apabila pada zaman yang ternyata ilmu pengetahuan dapat diakses oleh anak didik melalui banyak media, termasuk radio, televisi, maupun internet ini seorang guru masih berlagak sebagai satu-satunya orang yang paling pandai di depan kelas, tentu tidak akan disenangi oleh anak didiknya.

Ada sebuah cerita dari seorang guru yang mengajar di salah satu SMU di Yogyakarta. Berdasarkan beberapa laporan mengatakan bahwa di dalam telepon genggam (HP) anak didiknya berisi gambar dan situs porno. Pada hari tertentu maka disepakatilah operasi HP yang dimiliki para siswa oleh beberapa guru yang telah ditunjuk. Apa yang terjadi pada saat operasi tengah berlangsung. Pada kelas pertama yang dituju, ternyata beberapa guru yang ditunjuk untuk mengoperasi HP para siswa tersebut merasa kesulitan untuk membuka-buka isi HP siswanya karena rata-rata model baru dibanding HP milik para gurunya. Guru-guru tersebut merasa malu dan akhirnya tidak melanjutkan operasi pada kelas berikutnya.

Kejadian sebagaimana di atas hanyalah sekadar satu contoh saja; ternyata seorang guru di zaman sekarang bukanlah satu-satu sumber ilmu pengetahuan. Oleh karena itu menjadikan  anak didiknya, sebagai sahabat adalah pilihan cerdas bagi seorang guru yang ingin dicintai oleh anak didiknya. Seorang guru yang tampil sebagai sahabat bagi anak didiknya tentu akan menjadikan pribadinya hangat dan penuh keakraban dengan anak didiknya.

Seorang guru yang tampil penuh persahabatan dengan anak didiknya tentu bukanlah guru yang begitu mudah menjatuhkan hukuman bagi anak didik yang melanggar. Apalagi tanpa bertanya sebelumnya kepada anak didiknya mengapa melakukan perbuatan yang tidak baik atau melanggar aturan sekolah, tapi langsung saja melemparkan penghapus, mencubit, menjewer, atau bahkan memukul dengan penggaris kayu.

Seorang guru yang menjadikan dirinya sahabat bagi anak didiknya dalam belajar bukan berarti tidak mengenal hukuman. Jika ada di antara anak didiknya melakukan pelanggaran, tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pada suatu hari, penulis berkesempatan berkunjung ke sebuah sekolah. Pada saat melihat proses belajar mengajar, ada beberapa siswa yang duduk di jendela. Bahkan, ada dua anak didik yang naik mimbar yang berada dalam ruang belajar tersebut; tidak hanya naik, tapi duduk di atas mimbar. Penulis prihatin ketika dalam ruang belajar tersebut ada seorang guru yang sedang membimbing mereka dan tidak menegur sama sekali beberapa anak didiknya yang naik jendela dan duduk di atas mimbar. Menurut penulis, bagaimanapun juga seorang guru perlu mempunyai perhatian apabila ada di antara didiknya yang tidak fokus terhadap kegiatan belajar, apalagi sampai melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam proses belajar mengajar.

Hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru apabila anak didiknya melakukan pelanggaran semestinya tidak langsung memberikan hukuman. Atau, jika bisa, tidak perlu memberikan hukuman. Namun, mengajak bicara secara baik-baik anak tersebut dalam rangka untuk menanyai alasannya atau mengapa ia melakukan perbuatan tersebut. Lebih baik lagi, jika pembicaraan dengan anak didik tersebut dilakukan dengan empat mata atau berdua saja dengan sang anak didik. Sebab, bagaimanapun juga, meski masih anak-anak, ia tidak ingin dipermalukan dengan dihukum di hadapan teman-temannya.

Pembaca yang budiman, dari pengalaman penulis, ternyata mengajak bicara secara empat mata dengan anak didik yang melakukan penggaran, mempunyai pengaruh yang sangat positif dalam mengubah perilaku negatif anak didik. Dengan mengajaknya bicara secara empat mata akan membuat anak didik diperlakukan sebagai sahabat yang dilindungi kehormatannya di hadapan teman-temannya. Sungguh, melindungi kehormatan teman, namun di saat yang sama juga memperbaiki hal tidak baik yang dilakukannya, adalah bentuk persahabatan yang luar biasa. Bukan malah mempermalukan teman di hadapan orang lain atau membiarkan begitu saja seorang teman yang melakukan kesalahan. Bentuk persahabatan yang semacam ini juga perlu diterapkan seorang guru terhadap anak didiknya.

Sistem belajar yang memosisikan seorang guru sebagai sahabat bagi anak didiknya sesungguhnya melawan sistem belajar yang menempatkan guru pada posisi yang paling berkuasa di dalam kelas. Sebab, jika guru secara terus-menerus memaksakan diri untuk menjadi penguasa tunggal di dalam kelas, justru akan membuat proses pendidikan berjalan lambat dan sulit maju. Hal ini disebabkan posisi seorang guru yang sangat dominan sehingga menjadikan murid mempunyai ketergantungan yang besar kepada gurunya. Siswa yang demikian ketika kelak memasuki dunia kerja pun sangat tergantung pada pimpinan atau bos. Mereka sulit memunculkan inovasi dan kreativitas. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, yakni anak didik ternyata banyak menyerap ilmu pengetahuan-terutama dari media informasi yang berkembang pesat di zaman modern ini-sementara gurunya tidak melakukan hal yang sama, tentu akan menjadikan guru yang tetap memaksakan diri sebagai satu-satunya sumber informasi yang utama bagi anak didiknya akan tidak berkesan lagi bagi anak didiknya.

Dengan demikian, guru yang menjadikan anak didiknya sebagai sahabatnya maka akan memosisikan diri setara dengan anak didiknya. Guru seperti inilah yang akan mampu menciptakan atmosfir belajar yang hangat, menyenangkan, membangkitkan semangat, dan membangun kepercayaan diri yang besar dalam diri anak didik. Jika sudah demikian, maka guru yang bisa menjadi sahabat bagi anak didiknya akan dicintai oleh mereka, sehingga hal ini akan berbanding lurus dengan keberhasilan dalam mewujudkan tercapainya tujuan belajar mengajar.


Salam Pendidikan Indonesia,Stay Connected With Us
00.27 | 0 komentar | Read More