Halaman

MELATIH KONSENTRASI BALITA

Written By Unknown on Rabu, 12 Desember 2012 | 21.08






Beberapa latihan dilakukan:
Menebak urutan benda
  • Siapkan beberapa benda kesayangan anak, kita mulai dari tiga benda. Benda kami gunakan waktu itu: topi merah, jepitan biru, dan mobil-mobilan pink.

  • Bersama-sama kita mengurutkan benda mana yang diletakkan pertama, kedua, dan ketiga.

  • Anak kita minta berbalik badan dan menyebutkan urutan benda tadi.

  • Setelah berhasil mengurutkan benda dengan benar, anak diminta menyebutkan warna benda-benda tersebut.

  • Ulangi kembali dengan susunan yang berbeda. Jika sudah mampu maka tambahi jumlah benda yang ditebak.
Latihan ini sebaiknya dilakukan ketika anak masih segar di pagi hari. Jika dilakukan malam hari, anak cenderung tidak semangat dan cepat mengantuk. Antusias anak dalam latihan ini 80%.
Memisahkan biji-bijian
  • Sediakan dua macam jenis biji-bijian, yang kami gunakan waktu itu kacang hijau dan kacang tanah.

  • Campurkan keduanya dalam satu wadah.

  • Dalam latihan ini saya minta anak, untuk membantu pekerjaan memisahkan biji-bijian yang sudah tercampur. Maksudnya agar anak antusias dan merasa dihargai kemampuannya.

  • Anak mengeluarkan salah satu biji dan mengumpulkan dalam wadah yang lain.

  • Jika sudah berhasil bisa dilakukan dengan menambah jenis biji-bijian.
  • 13142559671949178664
Kalau dilihat, kegiatannya seperti orang yang tidak punya kerjaan, biji kok dicampur-campur terus dipisahkan lagi. Kegiatan ini mendapat antusias 80% dari anak. Latihan memisahkan biji membutuhkan waktu konsentrasi yang agak panjang, sehingga di tengah jalan sering dia bosan dan mengeluh capek. Tapi setelah disemangati dan dijanjikan akan mendapat strawberi, dia semangat kembali.
Memasukkan air ke dalam botol dengan menggunakan tutup botolnya
  • Sediakan satu botol kosong yang ada tutupnya dan satu baskom kecil berisi air.

  • Minta anak untuk memindahkan air dari baskom ke dalam botol dengan menggunakan tutup botol.
1314244421134784366
Kegiatan ini mendapatkan antusias 100%. Azlia sangat senang dengan latihan konsentrasi air ini bahkan sering minta mengulanginya lagi.
Menysusun benda
  • Pilih benda di rumah yang jumlahnya banyak dan bisa disusun, biasanya yang sering digunakan adalah balok mainan anak. Saat latihan kami menggunakan jepit pakaian.

  • Minta anak untuk menyusun benda tersebut baik disusun berbaris memanjang maupun disusun ke atas. Karena menggunakan jepitan, anak juga dapat menjepitkan satu jepitan ke jepitan lainnya selain itu juga bisa diurutkan dengan urutan warna yang teratur.
Latihan menyusun benda ini mendapat antusias 100%. Tanpa diminta latihan, Azlia suka mengambil wadah jepitan dan menysunnya dengan berbagai model.
Bermain puzzle
Bermain puzzle memang sering dilakukan anak-anak, tetapi karena puzzle yang dipakai tidak banyak ragamnya sehingga anak cepat menghafal letak-letaknya. Azlia suka mengajak kakeknya bersama-sama menyelesaikan satu puzzle sederhana.
Menebak kartu
  • Buat kartu dalam ukuran agak besar sebanyak 10 kartu. Dua kartu ditempelkan dengan gambar yang sama, jadi kita butuh 5 gambar yang berbeda.

  • Telungkupkan dan susun kartu dengan posisi acak di lantai.

  • Buka satu per satu kartu dan sambil mengingat posisi kartu yang baru dibuka.

  • Jika menemukan gambar yang sama, ambil dan pisahkan. Lakukan sampai selesai.
Latihan dengan menggunakan kartu masih banyak lagi modelnya yang dapat kita kembangkan sendiri. Sebenarnya ada aplikasi game komputer maupun ponsel untuk permainan seperti ini, saya sempat meyimpannya, tetapi saya lebih suka melakukan dengan bentuk seperti ini. Anak bisa menyentuh langsung objeknya. Sengaja saya tidak banyak mengenalkan permainan komputer maupun ponsel karena saya khawatir anak akan asyik bermain sendiri daripada berinterkasi dengan lingkungannya. Kalau nantinya dia tertarik bermain dengan game komputer lebih baik dia saya ajak membuat game sendiri, merancang permainan sendiri.
Dari beberapa latihan yang pernah dilakukan, Azlia berhasil meningkatkan kemampuan konsentrasinya. Semula, jika ikut sholat magrib di mesjid oleh ayahnya dia malah keluyuran. Walaupun sebelum sholat, ayahnya sudah mengingatkan duduk saja diam dan diapun mengiyakan, tetapi ketika sholat sudah dimulai dia sudah kabur berlarian di mesjid bahkan di samping imam dan ketika salam sudah duduk cengengesan di samping ayahnya. Sekarang dia sudah bisa mengikuti sholat terawih di mesjid tanpa berkeliaran lagi. Dia sudah ikut beberapa rakaat terawih dan jika tidak ikut sholat dia duduk tenang menunggui neneknya yang sedang sholat (saya mengamati dari beberapa shaf di belakang yang sebelumnya dia tidak tahu). Jika ada anak lain yang mengajaknya bercanda dia malah mengingatkan supaya

0 komentar:

Posting Komentar