Halaman

CINTA TERAKHIR SI GULA PASIR

Written By Unknown on Jumat, 11 Januari 2013 | 23.27


“Kamu jelek, hitam, kayak gula jawa!” teriak seorang pemuda belasan tahun kepada Ainun, teman satu sekolahnya di SMP. Ainun si gula jawa hanya terdiam dihina oleh si pemuda.

HabibieAinun
Habibie & Ainun (Dok. Wonder Teen)
Nggak pernah terbayang di pikiran Ainun kelak si pemuda akan menjadi cinta sejatinya.
Pemuda itu adalah Bacharuddin Jusuf Habibie (Reza Rahadian), si jenius yang menimba ilmu dan bekerja di Jerman. Ketika kembali ke Indonesia tahun 1962 karena harus istirahat dari sakit TBC tulang, Habibie kembali bertemu Ainun (Bunga Citra Lestari) si gula jawa. Saking terpesona melihat kecantikan dan kulit putih Ainun, Habibie menceploskan kalimat, “Si gula jawa sekarang jadi gula pasir!”
Itulah awal kisah cinta Habibie dan Ainun, yang bertahan selama 48 tahun dan terpisah maut di tahun 2010 setelah Ainun menghembuskan nafas terakhir di Jerman akibat kanker ovarium. Film yang diadaptasi dari novel Habibie & Ainun (B.J. Habibie) ini dimainkan dengan ciamik oleh Reza dan BCL. Juaranya sih Reza Rahadian. Kamu tau kan kalau Bapak Habibie punya gaya jalan, gaya bicara dan bahasa tubuh yang unik? Dan perawakan Reza nggak ada mirip-miripnya dengan beliau. Lalu bagaimana bisa Reza menjelma menjadi Habibie dalam film ini dengan begitu banyak perbedaan fisik di antara mereka?
Well, Reza melakukan observasi, tinggal beberapa waktu dengan Bapak Habibie untuk bisa mengikuti cara bicara dan gaya bahasa beliau, juga belajar bahasa Jerman. Hasilnya, OMG keren. Dan untung aja deh BCL bisa mengimbangi akting Reza.
Sayangnya, keindahan sinematografi film ini terganggu oleh produk iklan yang berseliweran di setengah durasi film. Memangnya e-toll udah ada di tahun 1990-an? Ck ck ck. Next time better ya kalau mau menaruh produk-produk iklan di film, dear Faozan dan MD Entertainment.
Habibie & Ainun nggak melulu mengisahkan cerita cinta Habibie dan Ainun. Miris melihat fakta bahwa seorang anak bangsa yang begitu mencintai tanah airnya, mau membangun negeri dengan ilmu yang dimiliki, tapi disia-siakan oleh pemerintah begitu aja. Miris melihat adegan Habibie datang ke gedung IPTN yang kini terbengkalai, dan nggak bisa menahan air mata melihatnya menyentuh pesawat tua penuh debu yang teronggok di hanggar IPTN.

0 komentar:

Posting Komentar